JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah rawan, dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak menyusul meningkatnya serangan kelompok Houthi di negara tersebut.

viva

Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan terjadi pada 6–7 Oktober 2026 dengan sasaran sejumlah fasilitas vital, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan pada 6 dan 7 Oktober itu disebut menewaskan tiga orang. Pada Jumat (9/10/2026), Houthi kembali dilaporkan melancarkan dua serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid. 

Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Terdampak Serangan Houthi di Arab Saudi +2

KBRI Riyadh menyampaikan imbauan itu melalui akun Instagram resminya pada Jumat (9/10/2026). Isinya meminta WNI waspada, menjauhi lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan mengurangi perjalanan yang tidak bersifat esensial. WNI juga diminta tetap berada di lokasi aman dan mematuhi arahan keselamatan otoritas setempat. 

inews

republika

Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, KBRI meminta mereka memastikan status perjalanan kepada maskapai sebelum menuju bandara. Untuk layanan khusus dari perwakilan RI, hotline KBRI Riyadh disiagakan di nomor +966-56-917-3990. 

viva

suara

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyatakan hingga laporan terakhir dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, belum ada WNI yang terdampak langsung. Ia mengingatkan bahwa situasi keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi. Kemlu bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah berjanji terus memantau situasi dan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan.