Dalam kerja sama tersebut, BSI memberikan sejumlah perlengkapan penunjang ibadah dan kebersihan masjid. Bantuan itu meliputi Al-Qur’an, karpet masjid, perangkat tata suara (sound system), penyedot debu (vacuum cleaner), mesin poles lantai, serta perlengkapan kebersihan lainnya.
Dukungan fasilitas tersebut ditujukan untuk menunjang kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan masjid.
Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan The Mandalika perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kehidupan sosial dan nilai spiritual masyarakat setempat.
Menurut dia, kolaborasi lintas pihak dalam penguatan Masjid Nurul Bilad merupakan bagian dari upaya menjadikan The Mandalika sebagai kawasan yang memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan kegiatan pariwisata.
Masjid Nurul Bilad sendiri merupakan salah satu fasilitas ibadah utama di kawasan The Mandalika. Bangunannya mengusung unsur arsitektur lokal yang terinspirasi dari Masjid Kuno Bayan Beleq di Lombok Utara, sehingga turut merepresentasikan identitas budaya masyarakat Lombok.
Dengan peningkatan fasilitas dan penguatan perannya, Masjid Nurul Bilad diharapkan dapat terus menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi masyarakat, pekerja kawasan, serta wisatawan yang berkunjung ke Mandalika.
Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pengelola kawasan, lembaga keuangan syariah, dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat.