Bogor – Kebiasaan membunyikan sendi jari tangan (knuckle cracking) belum terbukti secara konsisten menyebabkan osteoartritis atau pengapuran sendi. Meski demikian, bukti mengenai dampak lain dan konsekuensi jangka panjangnya masih terbatas, sehingga kebiasaan ini tidak bisa dinyatakan pasti merusak maupun pasti aman.

Penelitian DeWeber dan kolega yang dipublikasikan di The Journal of the American Board of Family Medicine pada 2011 melibatkan 215 responden berusia 50–89 tahun. Sebanyak 135 di antaranya pasien osteoartritis tangan yang dikonfirmasi lewat radiografi, sedangkan 80 lainnya kelompok kontrol. Prevalensi osteoartritis pada orang yang membunyikan sendi tercatat 18, 1 persen, sedangkan pada yang tidak membunyikan 21, 5 persen (P = 0, 548). Peneliti menyimpulkan riwayat kebiasaan itu, termasuk durasi dan frekuensinya, tampaknya bukan faktor risiko osteoartritis tangan.

Hasil berbeda muncul pada penelitian Castellanos dan Axelrod di Annals of the Rheumatic Diseases tahun 1990. Studi terhadap 300 pasien berusia 45 tahun ke atas, 74 di antaranya membunyikan sendi, tidak menemukan peningkatan artritis. Namun, pembengkakan tangan lebih sering ditemukan dan kekuatan genggaman lebih rendah pada kelompok tersebut. Karena bersifat observasional, studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

Penelitian tahun 2017 yang memeriksa 400 sendi metakarpofalangeal pada 40 orang dewasa tanpa gejala, 30 di antaranya terbiasa membunyikan sendi, tidak menemukan perbedaan signifikan pada skor fungsi tangan maupun kekuatan genggaman. Tidak ada pembengkakan setelah sendi dibunyikan. Peneliti menegaskan perlunya studi lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang, dan jumlah pesertanya relatif kecil.

Tinjauan ilmiah dalam Clinical Anatomy (2018) menyebut bunyi sendi berkaitan dengan pembentukan gelembung gas dalam cairan sinovial, meski mekanisme pastinya masih diteliti. Sebagian besar studi yang ditinjau tidak menemukan hubungan konsisten dengan osteoartritis. Dokter bedah ortopedi tangan Mayo Clinic, Sanj Kakar, menjelaskan bunyi tersebut berkaitan dengan fenomena tribonucleation, yaitu pembentukan gelembung ketika permukaan sendi dipisahkan.

Temuan ini terbatas pada sendi jari dan tidak dapat diterapkan pada leher, punggung, atau sendi lain. Memutar atau menarik leher dan punggung secara paksa untuk menimbulkan bunyi belum dinilai memadai oleh penelitian-penelitian tersebut. Jika muncul nyeri, pembengkakan, mati rasa, kesemutan, atau keterbatasan gerak, pemeriksaan tenaga medis diperlukan.