GentaNusa
GentaNusa
Sosial Budaya

Muhammad Arbani Bangun BantuCari dari Pengalaman Kehilangan Barang

AldoRedaktur GentaNusa••2 menit membaca
Muhammad Arbani, CEO BantuCari
Muhammad Arbani, CEO BantuCari Foto: Istimewa

Muhammad Arbani mendirikan platform digital BantuCari setelah mengalami sendiri kesulitan mencari bantuan saat kehilangan barang berharga. Melalui platform tersebut, ia ingin berinovasi menghubungkan masyarakat dengan layanan bantuan yang mudah diakses, termasuk untuk kebutuhan darurat dan pencarian orang

Muhammad Arbani, pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) platform digital BantuCari, mengembangkan layanan berbasis teknologi yang bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh bantuan. Gagasan tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya ketika menghadapi situasi kehilangan barang berharga dan kesulitan menemukan bantuan secara cepat.

Pengalaman itu mendorong Arbani untuk melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan bantuan yang mudah diakses dan terintegrasi. Ia kemudian mengembangkan BantuCari sebagai platform yang menghubungkan pengguna dengan informasi dan layanan bantuan untuk menghadapi berbagai situasi.

Dalam pengembangannya, BantuCari menyediakan sejumlah fitur, antara lain informasi kehilangan barang, pencarian orang, dan kebutuhan darurat. Platform ini dirancang untuk mempermudah masyarakat menemukan bantuan yang relevan ketika menghadapi kondisi tertentu.

Muhammad Arbani Bangun BantuCari dari Pengalaman Kehilangan Barang

Arbani menargetkan BantuCari berkembang menjadi ekosistem bantuan digital yang dapat diandalkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Menjadikan BantuCari sebagai ekosistem bantuan paling diandalkan yang dapat membantu jutaan orang di seluruh Indonesia dalam hitungan detik,” ujar Arbani,  pada 11 Mei 2026.

Menurut Arbani, pengembangan BantuCari tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi sebagai produk bisnis, tetapi juga pada manfaat sosial yang dapat dihasilkan. Ia ingin memperluas cakupan layanan agar platform tersebut tidak terbatas pada pencarian barang, tetapi juga dapat mendukung masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam berbagai kondisi darurat.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan rasa aman melalui akses bantuan yang lebih mudah. Dalam visinya, BantuCari diharapkan dapat menjadi jaringan bantuan sosial berbasis digital yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di luar kiprahnya di sektor teknologi, Arbani memiliki latar belakang pendidikan hukum. Ia menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Indonesia pada 2014–2018, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Kenotariatan di universitas yang sama pada 2018–2020.

Arbani juga tercatat menempuh program Master of Law di Leeds Beckett University pada 2023–2025. Sementara itu, pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Pancasila disebut berlangsung pada periode 2025–2027.

Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya sebelum dan selama mengembangkan usaha berbasis teknologi digital.

Ke depan, Arbani berkomitmen memperluas jangkauan dan fungsi BantuCari agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Pengembangan platform tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemudahan akses terhadap informasi bantuan, tetapi juga memperkuat pemanfaatan teknologi untuk mendukung solidaritas sosial.

Meski demikian, efektivitas layanan, jangkauan operasional, serta mekanisme verifikasi penyedia bantuan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar platform dapat memberikan layanan yang aman dan dapat dipercaya masyarakat.

Biodata Singkat Muhammad Arbani

Nama: Muhammad Arbani

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 13 Oktober 1996

Profesi: Pendiri dan CEO BantuCari

Pendidikan:

Sarjana Hukum, Universitas Indonesia (2014–2018)

Magister Kenotariatan, Universitas Indonesia (2018–2020)

Master of Law, Leeds Beckett University (2023–2025)

Doktor Ilmu Hukum, Universitas Pancasila (2025–2027)

#Muhammad Arbani#BantuCari#startup Indonesia#teknologi digital#inovasi sosial#layanan bantuan digital#pencarian barang hilang#pencarian orang#CEO startup#ekonomi digital#Bisnis#Inovasi