BEIJING — Petenis China, Zheng Qinwen, berhasil menjuarai China Open 2026 setelah menaklukkan petenis Rusia, Mirra Andreeva, dengan skor 7–5, 6–4 pada pertandingan final, Minggu (11/10/2026). Kemenangan tersebut menjadikannya petenis China pertama yang meraih gelar tunggal putri China Open sejak turnamen itu masuk dalam kalender WTA pada 2004.
Bermain di hadapan pendukung tuan rumah, Zheng menunjukkan permainan agresif dan ketenangan dalam menghadapi tekanan. Ia mampu mengamankan set pertama dengan skor 7–5 sebelum memastikan kemenangan pada set kedua dengan skor 6–4.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Zheng, yang tampil menggunakan fasilitas wild card setelah berjuang memulihkan performanya akibat cedera siku. Sebelumnya, ia juga mencatatkan sejarah dengan menjadi petenis China pertama yang mencapai final tunggal putri China Open.
Perjalanan Zheng menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Ia harus melewati sejumlah pertandingan ketat sebelum menundukkan Elise Mertens pada semifinal dengan skor 7–5, 6–2. Konsistensi permainan dan dukungan publik tuan rumah menjadi bagian penting dalam perjalanannya menuju partai puncak.
Sementara itu, Andreeva datang ke final dengan reputasi sebagai salah satu petenis muda terbaik dunia dan juara French Open 2026. Namun, Zheng mampu memanfaatkan momentum pertandingan untuk mengatasi perlawanan lawannya sekaligus memastikan gelar juara di hadapan publik China.
Gelar China Open 2026 menjadi pencapaian bersejarah bagi tenis China dan memperkuat posisi Zheng sebagai salah satu pemain penting dalam persaingan tenis putri internasional. Keberhasilannya meraih gelar di kandang sendiri juga menandai momentum positif dalam perjalanan kariernya setelah menghadapi kendala cedera.

