Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa dukungan intelijen menjadi faktor penting dalam operasi keamanan di Papua. Hal itu ia sampaikan menyusul tewasnya tiga komandan kelompok bersenjata TPNPB-OPM dalam kontak tembak dengan pasukan gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Lucky, informasi tentang keberadaan kelompok bersenjata membantu aparat menentukan sasaran operasi sekaligus mengurangi risiko bagi warga sipil di sekitar lokasi penindakan. Ia menilai sinergi antara Badan Intelijen Negara (BIN) dan satuan operasi TNI merupakan bagian penting dalam menghadapi ancaman kekerasan bersenjata.
Lucky mencontohkan operasi yang dilaksanakan pasukan gabungan Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema terhadap TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya. Menurut dia, keberhasilan penindakan tersebut didukung informasi intelijen bernilai A1 dari BIN.
Tiga orang yang dilaporkan tewas adalah Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem; Komandan Batalyon Ayosami, Anton Fatem; dan Komandan Batalyon Mosata, Yesias Fatem.
Berdasarkan keterangan Lucky, pasukan gabungan menemukan lokasi persembunyian ketiganya. Mereka disebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI sehingga terjadi kontak senjata. Manfret Fatem dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Anton dan Yesias Fatem dilaporkan tewas saat berusaha melarikan diri ke kawasan Sungai Frambu. Jenazah keduanya disebut tenggelam di sungai dan hingga kini masih dalam pencarian.
Dari lokasi kontak senjata, personel TNI mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101, puluhan butir amunisi tajam, dan selembar bendera Bintang Kejora.
Lucky menyatakan TNI akan terus menjalankan tugas pengamanan wilayah dan penegakan hukum terhadap ancaman kekerasan bersenjata secara profesional, tegas, dan terukur. Seluruh personel di bawah kendali Kogabwilhan III, kata dia, diwajibkan mengedepankan aturan pelibatan (rules of engagement), ketentuan perundang-undangan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Ia juga menyebut prinsip salus populi suprema lex esto, yakni keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, tetap menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan operasi.
Lucky berharap dukungan informasi intelijen BIN dan koordinasi antarsatuan terus memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas di Papua Barat Daya, dengan tetap menjamin akuntabilitas, kepatuhan terhadap hukum, dan perlindungan masyarakat.



