MANOKWARI — Enam personel Joint Terminal Attack Controller (JTAC) dari Detasemen Matra 3 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) melaksanakan latihan pengendalian dukungan udara dekat (Close Air Support/CAS) bersama dua pesawat EMB-314 Super Tucano Skadron Udara 21 di Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan Complex Warfare Course yang berlangsung pada 26 September hingga 3 Oktober 2026. Latihan ini dipimpin oleh Komandan Detasemen Matra 3 Korpasgat, Letkol Pas Rommy Grestayuda Sine.

Latihan turut melibatkan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat serta instruktur militer dari Afrika Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan koordinasi dan interoperabilitas antarsatuan dalam pelaksanaan operasi penanggulangan pemberontakan (counterinsurgency).

Pegunungan Arfak dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki karakteristik medan yang menantang. Kawasan tersebut memiliki ketinggian hingga 7. 772 kaki di atas permukaan laut, dengan kontur perbukitan terjal, vegetasi lebat, dan kondisi cuaca yang dinamis.

Dalam skenario latihan, personel JTAC bertugas mengendalikan dukungan udara dekat dengan mengoordinasikan unsur pasukan darat dan penerbang Super Tucano. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan latihan operasi gabungan di medan yang sulit.

Pesawat EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat bermesin turboprop yang diproduksi oleh Embraer, Brasil. Pesawat ini digunakan untuk sejumlah misi militer, termasuk dukungan udara dekat, pengawasan, dan serangan terhadap sasaran darat.

Pesawat tersebut dioperasikan oleh Skadron Udara 21 yang bermarkas di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Melalui latihan ini, personel dari unsur TNI AU, TNI AD, dan instruktur militer Afrika Selatan berlatih meningkatkan kemampuan koordinasi dalam menghadapi karakteristik medan pegunungan serta kondisi cuaca yang kompleks.