Kemenangan krusial di hadapan publik sendiri ini lahir berkat eksekusi dingin dari Mariano Peralta. Wasit menunjuk titik putih di penghujung babak pertama, dan Peralta yang maju sebagai algojo sukses memperdaya kiper Nguyen Van Viet pada menit ke-45 untuk menggetarkan jala gawang lawan. Hasil sempurna ini sekaligus memantapkan posisi Persib di puncak klasemen sementara Grup E.

Namun, raihan tiga poin ini tidak didapat dengan mudah. Laga antarklub Asia Tenggara ini berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi dan dipenuhi benturan fisik. The Cong Viettel lebih dulu harus bermain dengan sepuluh orang usai gelandang mereka, Paulinho Curuá, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67. Keuntungan jumlah pemain bagi tuan rumah nyatanya tidak bertahan lama. Kapten Persib, Marc Klok, juga harus mandi lebih cepat setelah diganjar kartu merah pada menit ke-74.

Memasuki sisa waktu pertandingan dengan sama-sama berkekuatan 10 pemain, The Cong Viettel mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang. Akan tetapi, lini pertahanan Persib tampil solid dan disiplin. Tuan rumah bahkan beberapa kali mengancam lewat serangan balik, termasuk dua peluang emas dari pemain pengganti Luka Menalo, di mana salah satu sepakannya sempat membentur tiang gawang. Keunggulan 1-0 untuk Persib sukses dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan.