Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Satuan baru TNI Angkatan Darat terdiri atas enam Komando Daerah Militer (Kodam), 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, dan tiga batalyon bantuan tempur. TNI Angkatan Laut mendapat satu brigade dan empat batalyon marinir, sedangkan TNI Angkatan Udara mendapat 10 satuan, termasuk Divisi II Pasukan Gerak Cepat, skadron udara, dan satuan radar.Enam Kodam baru berada di Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Prabowo juga melantik enam panglima Kodam tersebut.“Tugas Saudara berat, tapi saya yakin Saudara mampu,” kata Prabowo dalam upacara tersebut.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan bahwa penambahan satuan diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Menurut dia, pasukan akan disebar hingga pulau-pulau terkecil, dan satuan baru akan disiapkan bersama personel serta alat utama sistem senjata (alutsista). Agus menambahkan, Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki sembilan kompi, empat di antaranya kompi produksi, dan ditugaskan pula mengelola lahan tidur.Sehari setelah peresmian, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengingatkan bahwa penambahan satuan perlu diikuti kesiapan operasional. Menurut dia, kecukupan dan kualitas personel, alutsista, logistik, infrastruktur, sistem komando dan kendali, serta dukungan anggaran harus berjalan seiring. Ia meminta pertumbuhan organisasi tidak lebih cepat daripada kemampuan operasionalnya.Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono menyatakan pengisian organisasi dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan kompetensi personel. Penataan sarana dan prasarana juga disebut dilakukan bertahap dan terukur.
Sedangkan terkait alutsista, anggota Komisi I DPR Desy Ratnasari pada April 2026 menyebut sekitar 40 alutsista penerbangan di Pusat Penerbangan TNI AL tidak seluruhnya laik terbang, sementara jumlah penerbangnya lebih dari 350 orang. Pada Januari 2026, Sukamta menyatakan masih ada ruang peningkatan personalia dan kesiapan alutsista di Pusat Penerbangan TNI AD. Kepala Staf TNI AU Marsekal M. Tonny Harjono pada September 2026 mengatakan modernisasi alutsista harus berjalan bersama kesiapan personel, organisasi, doktrin, pemeliharaan, dan pola operasi.
Anggaran Kementerian Pertahanan pada 2026 yang disetujui DPR sebesar Rp187 triliun, menurut Ketua Komisi I DPR Utut Adianto. Untuk 2027, Utut pada 31 Agustus 2026 menyampaikan anggaran Kemhan sebesar Rp189 triliun, naik dari pagu indikatif Rp139 triliun. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan anggaran itu akan digunakan semaksimal mungkin untuk mendukung tugas pertahanan, termasuk penanganan bencana.



