Tidak sebatas pembelian.
Dalam amanat Sekjen Kemhan yang dibacakan Dirjen Pothan, Indonesia disebut memberikan perhatian khusus pada kerja sama industri yang berkontribusi terhadap pengembangan industri pertahanan nasional dan peningkatan kemampuan teknologi. Kemhan menilai pendekatan yang mencakup alih teknologi, produksi berlisensi, dan MRO diharapkan mendukung kemandirian industri pertahanan nasional serta keberlanjutan kesiapan operasional alutsista TNI.
Rusia siap perkuat kerja sama.
Wakil Direktur Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC) Federasi Rusia, Mikhail Vladimirovich Petukhov, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia dan menegaskan komitmen Rusia mengembangkan kerja sama teknik militer yang memiliki akar sejarah panjang. Pertemuan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 dengan agenda pembahasan antarlembaga pemerintah dan jajaran TNI, pemaparan perkembangan kerja sama, serta pertemuan bisnis antarpelaku industri pertahanan kedua negara.
Kemhan bantah kontrak Kizilelma.
Sehari sebelum pertemuan itu dibuka, Kemhan menanggapi pemberitaan media pertahanan Turkiye, Turkish Defence Agency, pada Sabtu (10/10/2026) tentang rencana pembelian 12 unit drone siluman Bayraktar Kızılelma produksi Baykar. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan informasi tersebut tidak benar karena belum ada penandatanganan kontrak maupun komitmen pembelian untuk platform itu. Menurut Rico, status Kızılelma masih sebatas penjajakan dan diskusi awal. Ia menekankan bahwa setiap rencana modernisasi alutsista TNI berjalan sesuai mekanisme perencanaan, kajian kebutuhan operasional, dan prosedur pengadaan yang berlaku.
Konteks anggaran.
Anggaran Kemhan tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp187, 1 triliun melalui Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 yang diundangkan pada 28 November 2025. Program Modernisasi Alutsista, Non-Alutsista, dan Sarana Prasarana Pertahanan menyerap porsi terbesar, yakni Rp84, 48 triliun atau 45, 1 persen dari total anggaran Kemhan.
Penguatan jajaran Kemhan.
Sementara itu, Kemhan membagi tugas dua Wakil Menteri Pertahanan yang baru. Marsekal TNI Yusuf Jauhari menjabat Wamenhan Bidang Logistik dengan fokus modernisasi alutsista dan penguatan industri pertahanan dalam negeri, sedangkan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon menjabat Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan. Keduanya bekerja di bawah kendali langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Yang perlu diketahui publik
• Belum ada kontrak maupun komitmen pembelian drone Bayraktar Kızılelma; statusnya penjajakan dan diskusi awal menurut Kemhan.
• Pengadaan alutsista, menurut Kemhan, mengikuti mekanisme perencanaan, kajian kebutuhan operasional, dan prosedur yang berlaku.
• Informasi resmi pengadaan alutsista dapat dirujuk pada kanal Kemhan RI dan Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan.