Enam agama resmi di Indonesia diwakili oleh tokoh-tokohnya dalam forum dialog tersebut. Kegiatan ini berfungsi ganda, yakni sebagai wadah perbincangan sekaligus penguatan sinergi antarumat beragama di wilayah Banten. Kehadiran perwakilan beragam keyakinan mencerminkan komitmen institusi dalam membangun kerukunan.
Prof Muhammad Ishom selaku Rektor UIN SMH Banten menyatakan bahwa tantangan moderasi beragama kini telah berubah arah. Persoalan yang dihadapi bukan lagi terbatas pada pembentunan sikap toleransi semata. Yang lebih penting untuk didorong adalah kerja sama konkret antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Tingkat toleransi masyarakat Banten dinilai sangat baik oleh Prof. Ishom. Angka yang tercapai bahkan melampaui 90. Sayangnya, indikator kerja sama lintas iman masih tertinggal jauh di bawah angka 60. Kondisi inilah yang menuntut perhatian serius dari berbagai pihak agar kolaborasi dapat ditingkatkan.
Prof. Ishom menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mendorong aksi nyata melalui kolaborasi untuk menaikkan angka tersebut. Penyelenggaraan Mimbar Moderasi Beragama juga dimaksudkan untuk memberi pengenalan kepada masyarakat luas. Nilai-nilai moderasi beragama telah disatukan ke dalam proses pembelajaran di UIN SMH Banten.
Dies Natalis ke-64 dimanfaatkan sebagai momentum yang strategis oleh UIN SMH Banten. Institusi ini ingin menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor moderasi beragama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Langkah ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan kerukunan beragama.
Menurut Prof. Ishom, makna moderasi beragama tidak boleh dipahami sekadar sebagai saling menghormati antarumat. Nilai tersebut wajib diaktualisasikan lewat berbagai program kolaboratif. Seluruh kelompok masyarakat perlu dilibatkan tanpa memandang perbedaan latar belakang keagamaan masing-masing.
Kegiatan-kegiatan yang digulirkan hendaknya mampu membangkitkan rasa kebersamaan. Yang perlu ditekankan bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan persamaan yang menyatukan. Setiap manusia memiliki tujuan hidup yang serupa sebagai sesama makhluk manusia, demikian penegasan Prof. Ishom.
Semangat kebersamaan tersebut telah diimplementasikan di lingkungan kampus UIN SMH Banten. Kesempatan yang setara diberikan kepada seluruh mahasiswa dalam memperoleh layanan akademik. Mahasiswa nonmuslim pun tidak mengalami diskriminasi dalam akses pelayanan pendidikan di institusi tersebut.
Informasi ini merujuk pada pemberitaan media nasional terpercaya, tanggal Mon, 12 Oct 2026 11: 00: 00 GMT.



