GentaNusa
GentaNusa
Nasional

Pengertian Ideologi Pancasila Beserta Sejarah, Fungsi, Makna, dan Dimensinya

Enggal EkaRedaktur GentaNusa••6 menit membaca
Garuda Pancasila
Garuda Pancasila Foto: commons.wikimedia.org

Halo, Gentaners! Pernahkah kita bertanya, apa yang membuat Indonesia tetap memiliki identitas di tengah beragam perbedaan? Jawabannya tidak lepas dari Pancasila, dasar negara yang merangkum nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Lebih dari sekadar hafalan, Pancasila adalah gagasan besar yang terus diuji oleh perubahan zaman dan perilaku masyarakatnya sendiri.

Jakarta - Ideologi Pancasila adalah kumpulan nilai atau norma yang bersumber dari lima sila Pancasila. Nilai-nilai itu berakar pada budaya dan religiusitas bangsa Indonesia, lalu dijadikan landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Secara etimologis, Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata, yakni “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti dasar, asas, atau prinsip. Dengan demikian, Pancasila dapat diartikan sebagai paham mengenai lima dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai ideologi nasional, Pancasila memiliki ciri, fungsi, makna, dimensi, dan nilai yang saling berkaitan. Berikut penjelasannya.

Poster Pancasila
Poster Pancasila Foto: commons.wikimediaDokumentasi Tambahan

Pengertian Ideologi Pancasila

Dikutip dari Pendidik. co. id, ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya serta agama bangsa Indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara sekaligus ideologi negara, sehingga ideologi Pancasila adalah kumpulan nilai atau norma yang berdasarkan sila-sila Pancasila.

Menurut Sekolahan. co. id, Pancasila merupakan falsafah, yakni anggapan, gagasan, dan sikap bangsa yang harus dihayati oleh rakyat Indonesia. Falsafah negara itu dijadikan dasar ideologi bagi bangsa Indonesia, dan inilah yang disebut Ideologi Pancasila. Sebagai ideologi nasional, Pancasila dipahami dari sudut pandang budaya bangsa, bukan sudut pandang kekuasaan.

Kelima sila Pancasila adalah:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam                                              Permusyawaratan/Perwakilan

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pengertian Dasar Negara

Pendidik. co. id menjelaskan bahwa dasar negara adalah landasan kehidupan bernegara, yaitu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Negara tanpa dasar negara tidak memiliki pedoman, arah, dan tujuan yang jelas, sehingga mudah timbul kekacauan. Dasar negara mencakup cita-cita negara, tujuan negara, dan norma bernegara.

Sampoerna University menyebut Pancasila memiliki beberapa kedudukan, antara lain sebagai jiwa bangsa, ciri kepribadian bangsa, pedoman hidup bangsa, dasar negara, sumber dari segala sumber hukum, perjanjian luhur saat negara didirikan, serta tujuan atau cita-cita bangsa.

Sejarah Pancasila sebagai Ideologi

Mengutip situs Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagaimana dimuat detikEdu, Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Ir Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Soekarno mengemukakan lima konsep dasar yang kemudian dijadikan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Rumusan sila pertama yang semula berbunyi “Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya” kemudian diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perubahan itu dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara yang memiliki beragam suku bangsa dan agama.

Menurut Sampoerna University, perumusan Pancasila sebagai ideologi negara melalui proses panjang dengan berbagai penafsiran filosofis hingga ideologis. Pancasila juga mengalami masa perkembangan, seperti pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan era Reformasi.

Pancasila pun memiliki nilai sejarah karena lahir dari kesepakatan para wakil golongan saat mendirikan negara.

Ciri-ciri Ideologi Pancasila

Berdasarkan Sekolahan. co. id, ciri atau karakteristik ideologi Pancasila di antaranya:

Percaya pada Tuhan Yang Mahakuasa.

Pemerintah didasarkan pada persetujuan rakyat.

Masalah agama termasuk urusan negara.

Negara berdasarkan hukum yang berlaku.

Mendukung hak asasi manusia (HAM).

Dapat beradaptasi dengan zaman tanpa menggantikan nilai-nilai intinya, sehingga identitas rakyat Indonesia tidak hilang.

Fungsi Pancasila sebagai Ideologi

Sampoerna University menyebut ideologi memiliki fungsi kognitif dan fungsi orientasi dasar. Fungsi kognitif berarti ideologi menjadi landasan bagi suatu bangsa dalam menjalani kehidupan. Fungsi orientasi dasar berarti ideologi menjadi sumber wawasan dan makna bagi masyarakat.

Dikutip dari Sekolahan. co. id dan Pendidik. co. id, fungsi Pancasila sebagai ideologi negara di antaranya:

Fungsi Pemersatu

Menyatukan, memperkokoh, dan memelihara kesatuan serta persatuan bangsa Indonesia.

Fungsi Pembimbing

Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.

Fungsi Identitas

Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia.

Fungsi Kritis

Menerangi dan mengawasi keadaan serta krisis dalam upaya mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.

Fungsi Pedoman

Menjadi pedoman bagi kehidupan bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan negara dan memperbaiki kehidupan bangsa.

Makna Ideologi Pancasila

Pendidik. co. id menjelaskan bahwa Pancasila berkedudukan sebagai ideologi nasional bangsa Indonesia. Dari kedudukan itu, terdapat dua makna Pancasila sebagai ideologi:

Nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara.

Nilai-nilai tersebut merupakan nilai yang disepakati bersama, sehingga menjadi salah satu sarana pemersatu atau integrasi masyarakat Indonesia.

Dimensi Ideologi Pancasila

Menurut Dr. Alfian, ahli politik Indonesia sebagaimana dikutip Sekolahan. co. id, Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka yang luwes dan tahan terhadap perubahan zaman karena telah memenuhi tiga dimensi ideologi.

Dimensi Realita

Nilai dasar ideologi mencerminkan kenyataan hidup dalam masyarakat tempat ideologi itu pertama kali ada. Kelima nilai dasar Pancasila ditemukan dalam suasana dan pengalaman masyarakat Indonesia yang bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, dan kebersamaan.

Dimensi Idealisme

Nilai dasar ideologi memberi harapan kepada berbagai kelompok masyarakat tentang masa depan yang lebih baik. Nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai yang dicita-citakan dan ingin diwujudkan.

Dimensi Fleksibilitas

Ideologi mampu memengaruhi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya.

Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi

Pendidik. co. id menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila terdiri dari nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Nilai-nilai itu menjadi dasar kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Pancasila tergolong nilai kerohanian yang di dalamnya terdapat nilai vital, material, kebenaran, estetis, etis, dan religius secara harmonis.

Nilai-nilai Pancasila bersifat objektif dan subjektif.

Nilai yang Bersifat Objektif

Rumusan sila-sila Pancasila memiliki makna yang terdalam.

Pancasila tersimpan dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pokok kaidah negara yang mendasar.

Inti Pancasila akan terus ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Nilai yang Bersifat Subjektif

Keberadaan nilai Pancasila bergantung pada bangsa Indonesia sendiri, yakni:

Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia.

Nilai-nilai tersebut memuat nilai kerohanian.

Nilai-nilai tersebut adalah pandangan hidup bangsa Indonesia.

Nilai-nilai tersebut digali, tumbuh, dan berkembang dari budaya bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dan Tertutup

Menurut Sekolahan. co. id, Pancasila sebagai ideologi terbuka bermakna dapat menerima dan berkembang selaras dengan tumbuhnya ideologi baru, tuntutan perubahan zaman, serta cara berpikir masyarakat, tanpa kehilangan hakikatnya sebagai pedoman utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebaliknya, ideologi tertutup merupakan cita-cita suatu golongan yang membuat sistem untuk memperbarui masyarakat dan membenarkan pengorbanan dibebankan kepada masyarakat. Karakteristik Pancasila berbeda dari ideologi semacam itu karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Penerapan Kelima Sila

Sampoerna University memaparkan contoh penerapan nilai tiap sila dalam kehidupan masyarakat.

Sila Pertama

Masyarakat bebas memeluk agama yang diyakini. Negara tidak memaksa seseorang memeluk salah satu agama yang diakui di Indonesia.

Sila Kedua

Masyarakat saling menghormati sesuai adab ketimuran, baik secara individu maupun kelompok.

Sila Ketiga

Masyarakat mengutamakan kepentingan golongan di atas kepentingan individu, dan negara mengutamakan kepentingan bersama masyarakat Indonesia.

Sila Keempat

Masyarakat bermusyawarah ketika memutuskan atau mencari solusi atas masalah yang berdampak pada masyarakat secara keseluruhan.

Sila Kelima

Masyarakat, baik individu maupun kelompok, bersikap adil dalam memutuskan suatu permasalahan atau memberi solusinya.

#Politik
BAGIKAN: