JAKARTA SELATAN
– Perjalanan penyakit kanker prostat berbeda pada setiap pasien, sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan karakteristik penyakit dan kondisi individu. Hal itu disampaikan dokter spesialis dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Dokter spesialis urologi konsultan Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Syamsu Hudaya, Sp. U (K), menjelaskan bahwa dokter perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan strategi terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien.
"Pilihan terapi dapat berbeda tergantung pada kondisi penyakit, apakah masih terbatas di area prostat atau sudah mengalami penyebaran ke bagian tubuh lain," ujarnya.
Dalam proses evaluasi tersebut, pemeriksaan kedokteran nuklir dapat menjadi salah satu pendekatan. Dokter spesialis kedokteran nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Yustia Tuti, Sp. KN, menyebutkan bahwa pemeriksaan PET-CT dengan radiofarmaka yang menargetkan PSMA (Prostate-Specific Membrane Antigen) dapat digunakan pada kanker prostat.
PSMA merupakan protein yang banyak ditemukan pada permukaan sel kanker prostat. Menurut Yustia, pemeriksaan ini membantu dokter mengevaluasi lokasi kanker, stadium penyakit, serta kemungkinan penyebarannya ke bagian tubuh lain secara lebih akurat.
"Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan strategi terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien," kata Yustia.
Selain untuk evaluasi, pendekatan berbasis PSMA juga dapat diterapkan pada terapi. Yustia menyebut terapi Lutetium-177 PSMA (Lu-177 PSMA) sebagai salah satu penerapannya pada pasien yang sesuai. Pendekatan tersebut membantu dokter mempertimbangkan pilihan terapi yang lebih selaras dengan karakteristik penyakit pasien.



