JAKARTA –

Skenario tsunami akibat gempa megathrust di selatan Jawa kembali jadi sorotan. Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Taufiq R Abdullah, dalam Festival Aspirasi DPR RI di Kebumen, Senin (5/10/2026), mengutip pemodelan BMKG tersebut (FPKB DPR RI). Taufiq menegaskan, "Ini adalah skenario pemodelan, lagi-lagi bukan prediksi."

Angka dari BMKG. Angka itu dipaparkan Kepala BMKG saat itu, Dwikorita Karnawati, dalam Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Kebumen, Sabtu (30/9/2023). Kebumen berhadapan langsung dengan zona megathrust selatan Jawa yang berpotensi bermagnitudo maksimum 8, 7. Pemodelan penjalaran tsunami memperkirakan ketinggian 14–18 meter dengan waktu tiba di pesisir sekitar 38–46 menit, sedangkan guncangannya diperkirakan mencapai VII–VIII MMI dan dapat menyebabkan kerusakan sedang hingga berat (CNBC Indonesia). Menurut Taufiq, wilayah terdampak membentang dari Cilacap hingga Pacitan. Angka-angka ini spesifik untuk Kebumen dan tidak berlaku sama di seluruh pantai selatan Jawa.

Potensi gempa terbesar. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat 14 zona megathrust. Zona Megathrust Jawa berpotensi bermagnitudo maksimum 9, 1, sedangkan segmen Jawa bagian barat dan timur masing-masing 8, 9. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut segmen Selat Sunda dapat dirasakan di Jakarta pada intensitas V–VI MMI, dengan tsunami kecil berstatus waspada (kurang dari 0, 5 meter) tiba di pantai utara Jakarta sekitar tiga jam kemudian (CNBC Indonesia). Angka M9, 1 menggambarkan kemampuan sumber gempa, bukan kepastian kejadian (Malang Times).

Kekosongan gempa besar. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menyebut selatan Banten dan Selat Sunda belum mengalami gempa besar sejak 1757, atau sekitar 269 tahun, kondisi yang disebut seismic gap. Waktu terjadinya tidak dapat diprediksi. Dalam pemodelan yang ia jelaskan, gelombang tsunami sekitar 3 meter menjadi efek pertama setelah gempa. Di pesisir landai, tingginya bisa 4 meter, 5 meter, bahkan 20 meter. Tinggi gelombang bergantung pada kondisi saat gempa dan karakter pesisir (CNBC Indonesia).

Belum bisa diprediksi. Wijayanto menegaskan BMKG memantau aktivitas gempa selama 24 jam di seluruh Indonesia dan belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Informasi peringatan dini tsunami hanya bersumber dari bmkg. go. id, aplikasi infoBMKG, dan akun @infoBMKG. Narasi yang mengatasnamakan BMKG tentang gempa megathrust di seluruh pulau pada 2026 dinyatakan keliru (Tempo Cek Fakta). Prediksi gempa M7, 0–9, 0 sebelum akhir 2026 berasal dari kreator konten asal Kanada, Frankie MacDonald, bukan dari BMKG.

Kesiapsiagaan. Daryono menyebut BMKG memasang banyak alat pengukur muka air laut (tide gauge) di selatan Jawa bersama Badan Informasi Geospasial. Data itu membantu pemerintah daerah dan BPBD menetapkan status siaga dan evakuasi (ANTARA). Wijayanto menyebut langkah mitigasi mencakup pengetahuan cara selamat, langkah evakuasi, perkuatan bangunan, dan penguatan rambu evakuasi. Taufiq mendorong Kebumen dan pesisir selatan Jawa masuk prioritas nasional penanganan bencana, serta kesiapsiagaan di sekolah, pesantren, rumah sakit, dan fasilitas umum, termasuk penguatan pemerintah desa, relawan, dan perlindungan kelompok rentan.

Yang perlu dilakukan warga: tetap tenang dan waspada, memahami cara menyelamatkan diri dan jalur evakuasi di wilayah masing-masing, serta hanya merujuk peringatan dini dari kanal resmi BMKG.